Pengaturan Penting WordPress yang Harus Dilakukan Setelah Instalasi WordPress

Pengaturan Dasar WordPress

Cara setting WordPress ini panduan lanjutan dari seri panduan instalasi WordPress. Jika Anda baru saja melakukan instalasi WordPress, ada beberapa pengaturan dasar yang harus Anda persiapkan. Pada artikel ini, kita akan mempelajari pengaturan dasar WordPress melalui beberapa menu penting saja.

Penting untuk menyiapkan segala hal (setup) terkait website WordPress Anda sebelum meluncurkannya ke publik.

Panduan ini bisa diterapkan oleh pengguna segala usia dan tingkat keahlian, tidak terbatas untuk pemula WordPress saja. Namun, jika Anda memerlukan bantuan, Anda dapat menghubungi saya untuk membantu Anda menyiapkan situs web atau blog Anda.

Cara setting WordPress

Agar website Anda terkesan lebih profesional dan tampil beda dengan yang lain, memilih tema WordPress yang menarik merupakan salah satu jalan terbaik. WordPress sudah menyediakan ribuan tema yang bisa diterapkan ke dalam website Anda.

Tapi, tunggu dulu…

… pilih tema alias templatenya nanti saja!

Lantaran saking banyaknya tema yang tersedia, baik di situs resmi WordPress maupun yang bertebaran di situs web pihak ketiga, hal itu akan membutuhkan waktu yang lama.

Setelah diterapkan, pasti tidak langsung cocok atau sesuai dengan keinginan Anda. Inginnya diuji coba satu-satu.

1. Pengaturan dasar

Nah, yang akan kita lakukan pertama sekali adalah membuka bilah “pengaturan”.

Setelah melakukan persiapan –paling penting bagi pengguna WordPress– ini, berikutnya barulah Anda boleh menyiapkan hal lain untuk memperindah tampilan website Anda.

General

Anda dapat mengubah judul atau nama website dan tagline/deskripsi untuk website. Meskipun bisa dikosongkan, tapi saya menyarankan agar kolom tagline ini diisi. Deskripsi atau tagline yang baik adalah yang menggambarkan website Anda secara keseluruhan.

Ubah pula zona waktu, format tanggal, dan waktu sesuai yang Anda inginkan. Saya memilih “Jakarta”, untuk format zona waktu blog ini.

Reading

Pada menu ini, Anda dapat memilih berapa banyak postingan ditampilkan. Standar WordPress, ada 5 post yang akan ditampilkan dalam satu halaman.

Kolom Menu Pengaturan Membaca WordPress

Blog ini, saya atur 5 postingan saja untuk satu halaman. Pada halaman depan, kalau Anda ingin membaca postingan ke-6, Anda harus mengeklik halaman selanjutnya (next page/halaman selanjutnya, atau berupa angka saja).

Di kolom umpan, atur sesuai dengan kolom post saja.

Lanjut ke kolom di berikutnya, centang atau pilih “ringkasan/summary” saja, untuk menghindari terjadinya duplikasi artikel oleh orang lain.

Discussion

Berikut pengaturan diskusi (discussion) yang saya terapkan di blog ini:

Pengaturan Diskusi WordPress

Saya hanya mencentang pilihan “Izinkan orang mengomentari artikel-artikel baru” pada pengaturan tulisan standar.

Penting bagi saya untuk mengaktifkan kedua pilihan pada pengaturan pemberitahuan  lewat email. Kalau ada komentar baru atau tanggapan yang menunggu moderasi (disetujui), akan ada pemberitahuan ke email saya agar saya bisa langsung merespon komentar di artikel tersebut.

Permalink

Ini pengaturan paling penting, menurut saya. Setelah instalasi WordPress, standar URL yang ditampilkan WordPress untuk tautan konten atau artikel website kita berupa kombinasi karakter, huruf dan angka di belakang nama domain.

Misalnya: ompian.com/?p=46

Permalink tersebut tidak mendeskripsikan konten, maupun artikel yang kita tulis nantinya.

Juga tidak baik dan tidak optimal untuk kebutuhan SEO.

Oleh karena itu, permalink bawaan WordPress harus Anda ubah menjadi:

Pengaturan Permalink WordPress

Seperti gambar di atas, saya lebih memilih permalink ringkas. Setelah nama domain, langsung ke judul artikel. Bisa juga dengan menambah %category% sebelum %postname%.

Permalinknya kira-kira akan menjadi seperti ini:

http://domainsaya.com/%category%/%postname%

Tag %category% berarti akan menampilkan nama kategori yang dipilih dalam artikel dimaksud. Misalnya, saya menulis artikel tentang “Panduan SEO untuk Pemula” dalam kategori “SEO”. Maka permalink yang dihasilkan nanti menjadi “nama domain + kategori + judul artikel (bisa disesuaikan)”.

Contoh:

ompian.com/seo/panduan-seo-untuk-pemula

atau, saya ingin ubah permalink untuk judul artikel:

ompian.com/seo/panduan-seo

Intinya, postname tersebut bisa Anda sesuaikan (tidak harus sama dengan judul artikel) nanti saat ingin menerbitkan artikel untuk website Anda. Sedangkan tag lainnya TIDAK BISA. Anda harus mengubahnya di menu pengaturan.

Silakan pilih permalink yang Anda inginkan. Saran saya, pilih permalink “bulan dan nama (pilihan ke-3)“, atau “nama tulisan (pilihan ke-5)“.

Bagi Anda yang baru migrasi dari Blogger ke WordPress, pilihlah permalink “bulan dan nama” lalu tambahkan format .html. Dengan cara ini, artikel dari Blogger bisa Anda impor ke WordPress tanpa harus menulis ulang artikel lama. Struktur permalink Blogger sama dengan permalink yang saya sebutkan di atas (menambah .html).

2. Menghapus postingan dan halaman bawaan WordPress

Setelah selesai memasang WordPress, ada postingan berjudul “hello world” yang muncul di website Anda secara otomatis. Tidak cuma Anda, tapi semua situs web atau blog berbasis WordPress demikian. Hapus postingan tersebut dengan cara gulir kursor ke arah judul, lalu klik “trash”.

Untuk menghapus halaman bawaan WordPress dengan judul “sample page”, lakukan cara yang sama.

Secara otomatis, komentar yang ada dalam pos “hello world” akan ikut terhapus. Tidak perlu buka menu “komentar”.

3. Lengkapi profil dan biografi

Masuk ke menu pengguna (users) → profil Anda

Karena masih baru, banyak kolom kosong yang seharusnya diisi.

Pilih nama yang ingin Anda tampilkan ke publik. Pilihannya tergantung pada nama depan, nama belakang, dan nama panggilan yang Anda isi pada kolom yang ada di bagian atasnya.

Selanjutnya lengkapi juga bagian info kontak, email, website, akun Google+, username Twitter, URL Facebook, dan isi kolom biografi yang dapat mendeskripsikan diri Anda dalam 1 atau 2 kalimat.

4. Mengganti tema dan instalasi plugin WordPress

Dalam panduan ini kita akan belajar instalasi plugin penting untuk website berbasis WordPress, dan cara mengganti WordPress theme standar dengan 2 cara.

Seperti yang saya katakan di atas tadi.

Ribuan tema disediakan gratis untuk Anda di direktori resmi WordPress. Plugin juga demikian.

Menginstal plugin akan menambah fitur apa pun yang Anda inginkan. Tidak perlu menguasai kode programming sedikit pun. Ada puluhan ribu plugin gratis tersedia di direktori resmi WordPress.

Mengganti tema dan instalasi plugin bisa dilakukan langsung lewat menu “tampilan” atau “plugin” di dashboard WordPress, bisa juga dengan cara mengupload file .zip tema atau plugin melalui file manager Cpanel hosting Anda.

Tapi, panduan ini akan dibahas dalam bab berikutnya.

LANJUT KE BAB BERIKUTNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *