Cara Riset Kata Kunci dan Analisis Persaingan Keyword

Bagaimana cara riset kata kunci (keyword) yang relevan untuk halaman atau konten blog Anda? riset keyword dan lakukan analisis persaingan terhadap kata kunci yang Anda bidik.

Keyword atau kata kunci yang relevan menurut Anda belum tentu bisa bersaing dengan yang lain, apalagi kompetitornya website yang sudah punya otoritas yang tinggi di mesin pencari. Untuk itu, ada kalanya Anda harus mengevaluasi kinerja kata kunci incaran Anda.

Kepadatan kata kunci dalam sebuah halaman saja tidak cukup untuk duduk dan bertahan lama di halaman pertama hasil penelusuran mesin pencari.

Jika kata kunci yang Anda bidik punya tingkat persaingan yang tinggi, dan website Anda masih ‘muda’, usaha Anda akan sia-sia saja.

… artikel ini merupakan panduan yang tepat untuk Anda yang baru memulai.

Pada bab panduan sebelumnya, mengenai title tag SEO, saya sudah menguraikan bagaimana cara mengoptimalkan kata kunci. Poin penting yang saya maksud adalah title tag wajib berisi kata kunci yang Anda bidik.

Tapi itu saja belum cukup untuk mendongkrak website Anda muncul di halaman pertama hasil pencarian. Oleh sebab itu, riset keyword dan menganalisis persaingan kata kunci itu penting. Supaya website atau blog Anda mampu bersaing dan muncul di halaman pertama. Apabila pondasi SEO website atau blog Anda belum kuat, sebaiknya Anda menentukan kata kunci yang kompetisinya rendah.

Kita akan melakukannya dengan bantuan perkakas (tool) riset keyword atau kata kunci, Google Keyword Planner.

Konsep dasar riset kata kunci

Saat melakukan riset keyword, langkah pertama yang harus Anda lakukan memahami dan menguasai target pembaca.

Ketika melakukan riset keyword, berarti Anda sedang meneliti permintaan kata kunci dari user. Anda tidak hanya melakukan riset kata kunci, tetapi mempelajari istilah atau frasa yang ditargetkan oleh ribuan, bahkan jutaan user.

Intinya,

Tujuan riset keyword bukan hanya tentang mendatangkan trafik atau pengunjung ke website Anda, melainkan mendapatkan pengunjung yang tepat.

Riset kata kunci dan analisis kata kunci dengan Google Keyword Planner

Banyak orang melakukan riset kata kunci dengan tool Google Keyword Planner (GKP). Boleh dibilang inilah tool favorit blogger dalam melakukan riset keyword, karena gratis dan fiturnya lengkap.

… dan hasilnya tentu lebih akurat, karena tool ini milik Google.

Riset Keyword Google Keyword Planner
Google Keyword Planner

Cara menggunakan Google Keyword Planner sangat mudah:

  1. Masukkan kata kunci incaran Anda, boleh lebih dari satu keyword. Gunakan tanda koma atau line break jika ingin memasukkan lebih dari satu kata kunci
  2. Tentukan negara penargetan keyword Anda
  3. Pilih bahasa
  4. Klik ‘Dapatkan ide’

Setelah menentukan kata kunci, kemudian Anda akan diarahkan ke halaman yang berisi ide kata kunci seperti halaman berikut:

Riset Keyword
Ide kata kunci “mobil bekas”

Dari gambar di atas kita bisa lihat bawah ada 100 ribu – 1 juta pencarian per bulan dengan kata kunci “mobil bekas”.

Keterkaitan keyword bidikan Anda dengan kata kunci menurut relevansi pencariannya lebih rendah. Dari sini dapat kita pastikan bahwa ide kata kunci (kolom keyword relevansi) pencariannya per bulannya lebih sedikit karena kata kunci lebih dari 2 (dua) kata.

Penelusuran bulanan rata-rata adalah seberapa populernya kata kunci bidikan Anda dalam kurun waktu tertentu dalam setahun.

Logikanya, saya akan mencari sebuah mobil bekas dengan hanya mengetikkan kata kunci “mobil bekas” saja. Kalau saya sudah punya merk mobilnya, saya lebih memilih mengetikkan “harga mobil (merk) bekas”. Bagaimana dengan Anda?

Melakukan riset keyword berarti kita menelurusi kata kunci yang kira-kira akan diketikkan oleh pengguna mesin pencari. Kalau Anda ada di posisi calon pembeli, kira-kira keyword apa yang akan Anda ketikkan. Begitu pula bila Anda hanya ingin mengetahui harganya saja untuk dijadikan sebagai bahan perbandingan, dan bukan untuk membeli.

Kata kunci dengan persaingan rendah

Pada contoh kata kunci  di atas, persaingannya untuk kata kunci tersebut bernilai rendah. Keyword tersebut sangat tepat untuk Anda yang tidak ingin bersaing dengan website besar. Lantaran Anda sebagai pemilik website baru, dan mengincar kata kunci yang persaingannya rendah.

Tidak mungkin ada bersaing dengan kata kunci dengan persaingan yang tinggi, jika website Anda masih baru dan belum memiliki pondasi SEO yang kuat.

Long tail keyword

Lihat lagi gambar ide kata kunci di atas!

Di situ terlihat, selain kata kunci yang Anda masukkan, GKP juga turut menampilkan jumlah pencarian untuk keyword sejenis. Ada kata kunci: harga mobil bekas, jual mobil bekas, kredit mobil bekas, jual beli mobil bekas, dan mobil bekas murah. 5 kata kunci tersebut masuk dalam kategori long tail keyword, dan masih revelan dengan kata kunci yang Anda cari.

Long tail keyword adalah merupakan kata kunci lebih dari 2 kata dan penyempurnaan (relevansi) dari Short tail keyword. Khusus bagi blogger pemula yang baru memiliki blog atau website, jenis keyword seperti ini sangat bagus dan sangat dianjurkan oleh para webmaster.

Pada kasus di atas, keyword “mobil bekas” masih sangat umum, persaingan rendah, pencarian bulanan lebih tinggi, namun website Anda akan kalah saing dengan website besar. Lihat saja hasilnya di search engine.

Di sisi lain, pencarian dengan kata kunci tersebut juga biasanya hanya ingin mencari informasi, sedangkan keyword “jual mobil bekas” terlihat niatnya ingin menjual, dan kata kunci “kredit mobil bekas” lebih mengarah ke orang-orang yang niatnya ingin membeli.

Terakhir, keputusannya ada pada Anda. Relevan atau tidaknya long tail keyword yang ada, dengan konten Anda.

2 Comments

  1. Setuju banget dengan ini: Tujuan riset keyword bukan hanya tentang mendatangkan trafik atau pengunjung ke website Anda, melainkan mendapatkan pengunjung yang tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *